Sabtu, 22 Januari 2011

makalah biologi jaringan hewan dan tumbuhan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Topik yang dipilih dalam tinjauan pustaka ini adalah masalah berfikir dan logika. Walau terkesan sepele namun ternyata hal inilah yang banyak menjadi sumber masalah dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi mahasiswa. Tentang jaringan hewan dan tumbuhan. Untuk melengkapi wacana tentang berfikir akan dibahas juga sedikit mengenai kreativitas dan berfikir lateral yang mempunyai hubungan erat dengan cara kerja fikiran.
Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.
Sesuai dengan judul ini “JARINGAN HEWAN DAN TUBUHAN”. Berkaitan dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diindentifkasi sebagai Jenis-jenis jaringan hewan, enis-jenis jaringan tumbuhan, pembahasn tentang jaringan

1.2 Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari organ-organ tumbuhan dan bagian-bagiannya pada angiospermae dan organ-organ tubuh hewan yang membentuk system organ.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringa-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi.
Menurut asal meristem, jaringan dewasa dibedakan menjadi jaringan primer dan jaringan sekunder. Jaringan primer adalah jaringan yang dibentuk oleh sel-sel yang berasal dari meristem primer. Sedangkan jaringan sekunder adalah jaringan yang dibentuk oleh sel-sel berasal dari meristem sekunder. Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan pengangkut (penyokong), jaringan pengangkut (vaskuler), dan jaringan sektoris.
a. Jaringan pelindung (epidermis)
Jaringan epidermis adalah lapisan sel yang paling luar, yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan, seperti akar, bateng, daun, bunga, dan buah.
b. Jaringan dasar (parenkim)
Jaringan parenkim merupakan suatu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup, dengan struktur morfologi serta fisiologi yang bervarisi dan masih melakukan proses fisiologis.
c. Jaringan penyokong (penguat)
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tubuh.
d. Jaringan pengangkutt (vakuler)
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari xylem dan floem.
e. Jaringan sekretoris
Jaringan sekretoris dinamakan juga kelenjar internal karena senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Berdasarkan hasil pengamatan dapat kita gambarkan sebagai berikut :

Pada percobaan bawang merah :







\




Pada percobaan rawan pada hewan :












Pada percobaan darah pada hewan :









4.2 Pembahasan
Jaringan Pada Hewan
Ada 4 tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan, termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga.
1. Jaringan Epitelium
Jaringan yang didususun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan.
Jaringan epitel terdiri dari 3 macam :
a. Eksotelium : epitel yang membungkus bagian luar tubuh
b. Endothelium : epitel yang melapisi organ dalam tubuh
c. Mesotelium : epitel yang membatasi rongga tubuh
Fungsi jaringan epitelim yakni :
a. Absorpsi, misalnya pada usus yang menyerap sari-sari makanan.
b. Sekresi, contohnya testis yang mengsekresikan sperma.
c. Ekskresi, kulit yang mengeluarkan keringat.
d. Transprtasi, mengatur tekanan osmosis dalam tubuh.
e. Proteksi, kulit melindungi jaringan tubuh dibawahnya.
f. Penerima rangsang, kulit yang menanggapi rangsang dari luar.
g. Alat gerak, selaput kaki pada kulit katak membanu daam pergerakan.
h. Mengatur suhu tubuh, kulit mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat jika tubuh kepanasan.


2. Jaringan Pengikat
Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.
3. Jaringan Otot
Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.
4. Jaringan Saraf
Adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan.
5. Jaringan Penyokong
Adalah jaringan yang terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan yang berfungsi untuk memberi bentuk tubuh, melindungi tubuh dan menguatkan bentuk tubuh.

A. Jaringan Pada Tumbuhan
Jaringan tumbuhan dikategorikan menjadi tiga jaringan pokok :
1. Jaringan epidermis, jaringan yang melingkupi daun dan bagian-bagian tumbuhan yang masih muda;
2. Jaringan pengangkut, mencangkup jaringan-jaringan yang membentuk pembuluh kayu (xylem) dan pembuluh tapis (floem); dan
3. Jarinagn penyokong, meliputi tiga jaringan dasar, yaitu parenkim, kolenkim dan sklerenkim. Semua jaringan tumbuhan berasal dari jaringan sel-sel punca yang dikenal sebagi jaringan meristem.
Jaringan Pada Hewan dan Fungsinya
Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama. Cabang ilmu biologi yang mempelajari khusus tentang jaringan disebut histology.

Macam-macam jaringan pada hewan :
1. Jaringan Embrional
Jaringan embrional adalah jaringan muda yang sel-selnya senantiasa membelah. Jaringan ini merupakan hasil pembelahan sel zigot. Pada tahap awal terbentuknya embrio, sel-sel penyusunnya mempunyai bentuk sama. Namun dalam perkembangan selanjutnya sel-sel tersebut akan membelah dan mengalami perubahan bentuk, proses ini disebut spesialisasi. Hasil spesialisasi ini antara lain, lapisan jaringan embrional. Embrio hewan ada yang terdiri atas dua lapisan (disebut diploblastik), yaitu ekstoderm (lapisan luar) dan entoderm (lapisan dalam). Contoh : Coeleanterata. Dan ada yang terdiri tiga lapisan (disebut triploblastik). Contoh : cacing tanah, siput, arthropoda dan chordate.

2. Jaringan Epitel
Adalah jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh, rongga tubuh atau permukaan saluran tubuh hewan.
Fungsi dari jaringan epitel antara lain :
1. Pelindung atau proteksi, missal epitel pada kulit dan rongga mulut.
2. Sebagai kelenjar atau menghasilkan getah. Kelenjar terbagi menjadi eksokrin (melalui sebuah saluran, contoh kelenjar keringat dan kelenjar air liur) dan endokrin (tidak mempunyai saluran khusus tetapi langsung melalui saluran darah, contoh kelenjar tiroid, kelenjar hipofisis).
3. Sebagai penerima rangsang (reseptor), disebut epitel sensori (neuroepitelium) contoh yang terletak disekitar alat indra.
4. Sebagai jalur lalu lintas transportasi zat. Artinya epitel dapat berfungsi sebagai penyerapan zat ke dalam tubuh, contoh epitel pada jojot usus. Epitel juga dapat berfungsi untuk mengeluarkan zat dari dalam tubuh, contoh pada nefron ginjal untuk lewatnya urine.

Berdasarkan bentuk dan susunannya, jaringan epitel dibedakan menjadi :
1. Epitel pipih berlapis tunggal
Antara lain terdapat pada pembuluh darah, pembuluh limfa, selaput bagian dalam telinga, kapsula glomerulus pada ginjal. Fungsinya terkait dengan proses difusi dan filtrasi atau penyaringan.
2. Epitel pipih berlapis banyak
Misalnya jaringan yang melapisi rongga mulut, epidermis, esophagus, vagina, rongga hidung. Fungsinya terkait dengan proktesi atau perlindungan.
3. Epitel kubus berlapis tunggal
Misalya sel epitel yang melapisi permukaan dalam lensa mata, permukaan ovary atau indung telur, saluran nefron ginjal.
4. Epitel kubus berlapis banyak
Misalnya, epitel yang membentuk saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit.
5. Epitel silindris berlapis tunggal
Misalnya, jaringan yang melapisi permukaan dalam lambung, jojot usus, kelenjar pencernaan, saluran pernafasan bagiab atas. Fungsinya berhubungan dengan sekresi, adsorbs dan proteksi.
6. Epitel silindris berlapis banyak
Terdapat pada saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu, uretra serta permukaan alat tubuh yang basah.
7. Epitel silindris berlapis banyak semu (Epitel Silindris Bersilia)
Terdapat pada saluran ekskresi besar, saluran reproduksi jantan, saluran pernafasan. Fungsinya behubungan dengan proteksi atau perlindungan, sekresi dan gerakan zat yang melewati permukaan.
8. Epitel transisional
Merupakan epitel berlapis yang se-selnya tidak dapat digolongkan berdasarkan bentuknya. Bila jaringan menggelembung, bentuknya berubah. Biasanya membrane dasarnya tidak jelas.




























BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh pada pembahasan ini adalah sebagai berikut :
1. Kumpulan jaringan membentuk suatu organ dan menjadi tubuh suatu organisme.
2. Kumpulan organ membentuk system organ dan menjadi tubuh tumbuhan dan hewan bersel banyak.
3. Jaringan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, atau bentuk yang sama fungsi berbeda.
4. Dalam praktikum ini dipelajari dan dibahas beberapa organ tubuh vertebrata dengan menekan pada letak dan besarnya organ tersebut terhadap orang lain atau terhadap dinding badannya.
5. Menentukan letak alat-alat yang satu dengan yang lain.

5.2 Saran
Dari hasil praktikum ini penulis menyarankan supaya praktikum dapat ditingkatkan agar pengetahuan tentang jaringan hewan dan tumbuhan semakin meluas. Dan mempertahankan kedisiplinan dalam melaksanakan pratikum.







BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM


3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 11 November 2010 pukul 13.00 s/d 14.00. Bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas UNIVERSITAS MUSIRAWAS.

3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah :
1. Mikroskop
Bahan yang digunakan adalah :
1. Bawang merah
2. Tulang rawan
3. Darah

3.3 Cara Kerja
1. Mencari bidang penglihatan
2. Mengamati bentuk jaringan hewan dan tumbuhan
3. Menggambar hasil

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar